body bags

February 25th, 2007

again I saw
body bags
black, red, and yellow
for how many this time?

the body bags looked good
it’s the real body bags,
not a trash bag,
used as body bags

body bags,
the real body bags
that’s the only thing
we can learn
and make better

[habis nonton berita tragedi kapal levina]

buang sial

February 15th, 2007

Walaupun tergolong orang yang rasional, terkadang gue itu juga suka percaya takhyul. Gue percaya, kalau gue liat bayangan wajah gue di cermin itu jelek atau aneh, maka something bad will happen. Dan kayaknya, maknyak bos gue juga somehow ngerasain itu. Jadi kalau maknyak gue udah ngomong, "Tampang lo tuh kayak janda ditinggal suami!" (mohon maaf kepada para janda atau yang punya hubungan dengan janda, no hard feeling okeh)…nah, itu pertanda bahwa gue harus do something, make over atau apa lah gitu. Minimal potong rambut.

Gue juga percaya bahwa ritual potong rambut itu adalah untuk membuang sial. Jadi, walaupun orang bilang rambut gue itu masih pendek, teteup…gue pasti akan segera potong rambut kalau gue habis didera berbagai ketidakberuntungan, atau kalau gue mengalami hari-hari buruk.

Hari ini, gue menjalani ritual buang sial itu. Potong rambut. Dan kali ini, karena gue anggap kesialan yang gue alami itu agak berlebih, maka gue juga musti potong rambutnya agak berlebih. Jadilah sekarang ini gue cepak. Semoga bukan cepak ngehe’! (emang apaan sih cepak ngehe’ itu? bingung juga…). Gue bilang ke bang Ucok the hairdresser: "Cepak Bang!"

Begitulah teman…semoga kesialan-kesialan yang gue alami ini adalah dalam rangka ngabisin stock akhir tahun. Dan semoga di tahun depan ini gue juga bisa kecipratan keberuntungan si babi emas ;p

baby boom

February 15th, 2007

Hari Minggu besok merupakan Tahun Baru Imlek 2558. Dan hari itu juga menandai dimulainya tahun Babi dalam sistem kalender Cina. Mengenai jenis babinya, ada banyak versi. Seorang temen gue bilang, tahun yang akan datang itu adalah babi kayu (kalo nggak salah), itu lah mengapa banyak terjadi bencana.

Tapi dari satu artikel koran yang pernah gue baca, tahun yang akan datang ini adalah tahun babi emas. Dan lebih istimewanya lagi karena tahun babi emas ini cuman terjadi 600 tahun sekali, dan dipercaya merupakan tahun baik dan membawa keberuntungan. Akibatnya, di Cina dan Korea, angka penjualan kondom mengalami penurunan drastis karena para pasangan berlomba-lomba untuk memiliki anak di tahun babi emas. Demkikian juga dengan pasangan yang ingin menikah.

Dan entah disengaja atau tidak, kabar-kabar menggembirakan juga gue dengar dari orang-orang di sekeliling gue. Minggu lalu, baru gue dapat kabar kalo satu kakak ipar gue hamil. Sekitar beberapa minggu sebelumnya kakak kandung gue yang  mengumumkan bahwa dia hamil. Padahal saat ini another sister in law of mine juga lagi hamil, jalan tujuh bulan. Begitu juga dengan saudara sepupu gue, lagi hamil gede-gedenya.

Di lingkungan pertemanan gue, si tante juga lagi hamil gede banget sampe hampir meletus. Dia bahkan udah ngasih instruksi ke teman-teman untuk siap-siap patungan untuk nambahin biaya operasi cesar buat calon jabang bayi. Dan baru aja minggu lalu, seorang temen lama dari Kanada yang lagi tugas di Indonesia mengetahui kalo dia ternyata udah hamil beberapa minggu, padahal dia dan tunangannya baru akan nikah spring nanti di satu tepi pantai di California. Tentu aja mereka langsung harus menyesuaikan rencana-rencana semula yang udah mereka susun untuk pasca pernikahannya nanti. Juga gue baru dapat kabar bahwa teman lama gue yang jurnalis juga sedang hamil muda. Dan kabar yang paling gres adalah tentang teman sekantor gue, yoi…hamil juga doi.

Nah…bagian nyebelinnya nih, of course mulai munculnya pertanyaan dari beberapa orang (heyran deh, kenapa sih mereka nggak urus dirinya aja, sibuk bener ngurus orang lain!) –kapan dong nyusul? nggak pengen punya bayi juga nih? bla bla bla… Gocap tambah gocap, cape deehhhh….

Tapi ada juga reaksi aneh dari teman gue yang selalu aja ngerasa insecure dan pokoknya harus mengalami yang orang lain alami. Iya, doi pengen hamil juga! Langsung lah kita-kita temannya nyahut: Cari aja lakinya dulu yeee….

Eniwei, bulan-bulan ke depan ini, gue bakal punya banyak tambahan keponakan. Hmmm…meaning, tambah budget buat beli hadiah-hadiah dan barang lucu-lucu yang nggak bisa kita tahan untuk nggak dibeli –padahal gue udah janji untuk mengurangi level konsumsi gue ;P

Yah, Gong Xi Fa Cai lah! (yang gue baru tau artinya adalah: Semoga bertambah kaya! Amiinnnn hehehhe…asal jangan ngembat hak orang aja!)

bitchy mode: ON

February 13th, 2007

Hari ini, gue udah nggak bisa marah lagi. Sejak minggu yang lalu gue udah ngerasa drained out, habis..bis..bis. Entah ada dementor yang nggak kasat mata yang menyedot habis stock perasaan bahagia gue, atau mood gue yang terlalu beresonansi dengan kondisi alam sekitar gue yang gloomy, mendung, banjir, becek, dan sekaligus terik, pliket, leteuk blas.

Dan kemudian akhirnya jawaban-jawaban seperti di bawah ini mewarnai kehidupan gue beberapa hari terakhir ini.
        ‘Rapat dimana?’ — Terserah!
        ‘Akhirnya budgetmu udah disetujui’ — Oooo…
        ‘Jangan lupa laporan ya?!’ — *nyengirgarinktanpamenjawab*
        ‘Sori nih saya telat’ — iyaaaaaa….
        ‘Mbak, yang kemarin saya lanjutin besok aja ya?’ — soookkkkk….
        ‘What do you think about having a press con’ — ok
        ‘So these are some examples of our public ad’ — wow…nice *lempeng*
        tit..tit..bunyi sms: ‘undangan bisa dianter besok kan?’ — *noreply*

Dan ketidakjelasan mood alam dan mood gue itu dilengkapi dengan suatu kenyataan dimana gue harus menghadapi yang namanya b-i-r-o-k-r-a-s-i –udah kayak dressing yang disiramkan di atas campuran sayur mayur salad. Perfect! Tapi gue udah terlanjur nggak berselera. Birokrasi adalah suatu battlefield nggak bermutu, tapi mau nggak mau harus diikuti. Gue bayangkan diri gue berjalan malas-malasan (pake daster) sambil menyeret pedang. Dan di depan sana, bayangan diri gue memakai baju perang lengkap dengan perisai baja berdiri tegap dengan congkaknya! Ha..ha..ha..are you ready? Ready? R-E-A-D-Y K-A-T-A-N-Y-A???!!!! Gundulmu! Belum pernah disambit bakiak kali tuh bayangan!

Lucunya (I can’t believe I said this!)…ini exactly seperti terjun bebas tanpa parasut.  Atau, atau, nyemplung di kali deras tapi nggak bisa berenang (dan nggak pake life-vest). Stupid bin goblok, pake telor! Helloooo??? Bukannya sering, mbak? Dan lucunya lagi, pulang-pulang tadi kok ya gue bisa-bisanya senyum-senyum dan bercerita dengan lancarnya pengalaman gue berkelana di rimba belantara called ‘birokrasi bea cukai bandara’ berusaha mengeluarkan 800-an kilo perahu karet sumbangan beserta mesinnya dari gudang bandara! *soktegar* (udah gila kali nih anak).

Eehhem…sejak kapan ‘lo jadi staf yang nanganin cargo? Katanya elo jurkam? — SHUTUPYOUF#CK#NGSHADOW –said I in that ugly daster, still malas-malasan berjalan sambil membawa pedang (dan baru kusadari pedangku ternyata patah dua).

I was only making the best use of those many names and numbers on my mobile!! (hear me say) –…ya..ya..ya..apology..apology…(this is that bl##dy shadow with that ugly armor’s saying).

Tit..tit..sms dari nomor tak dikenal: ‘ciputat. kampung hutan banjir lg sdh 1.5 meter’ — Ini siapa ya? Sori. Ikut prihatin.

Hey you, shadow! What the hell do you think I should do now?

 

tukul my savior

February 5th, 2007

Mungkin tak ada yang lebih baik selain mengakhiri hari dengan tawa. Apalagi jika harus mengalami hari yang cukup berat, dan cuaca yang tidak jelas –langit bermatahari namun digantungi awan tebal yang siap memuntahkan hujan lebat– seperti hari ini.

Banyak temanku yang sirik berat melihatku berpose bersama si Kutukupret. Ya, si Kutukupret itu berhasil mencapai tipping point dari karirnya, dan melejit bagaikan shooting star. Dan iya, Tukul makes everybody’s days!!! Ngomongnya asbun nggak pakai mikir. Tapi justru disitulah letak keunikannya. Lawakan Tukul itu dilontarkannya secara spontan. Aku rasa bagian otak Tukul yang bekerja adalah otak bawah sadarnya. It’s exactly what Malcolm Galdwell’s Blink is talking about. The way of thinking without thinking.

Kecerdasan Tukul ini mirip-mirip seperti si Bolot. Otak Bolot bekerja secara otomatis mencerna semua input yang diterimanya dan merespon dengan logika yang terputar balik. Dan itu dilakukannya tanpa teks. Dari dulu aku selalu beranggapan bahwa pelawak adalah orang yang smart. Terutama pelawak seperti Tukul dan Bolot yang mengandalkan permainan logika dalam lawakannya. Dan mereka melakukannya spontaneously. Amazing!

Hebatnya lagi, para tamu rela datang ke acara Tukul untuk diharrassed habis…fisik dan mental! Dan walaupun seorang temanku yang lawyer bilang bahwa lawakan Tukul seringkali bernuansa sexually harrassing (terutama terhadap bintang tamu perempuan yang cantik), still he’s my savior. You always make my day, ‘Pret!

Puasss??? Puasss??? Kembali ke laapptoooppp!!!

!!!!!

February 5th, 2007

Life sucks and shit happens sometimes. Dan seringkali nggak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah keadaan. Banjir misalnya. Hari-hari begadang minim tidur, hari-hari stress dan semi-panik (yang somehow nggak bisa kita ekspresikan karena itu akan membuat teman-teman kita yang lain lebih stress misalnya), hari-hari sok cool (padahal pengen banget nabok, njitak, dan nendang orang)…seharusnya itu semua berujung pada sesuatu yang klimaks….jrengggg…happy end. Tapi apa mau dikata? Banjiirrrr geto lho! Sapa yang bisa ngelawan?

Rasanya pengen mbanting radio yang tiba-tiba menyanyikan lagunya Dewa "..hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar terjadi…" Enteng to say, Juminteennn!!! Talk to the hand!!! Ngomong sama ember!!!

Dan akhirnya yang bisa kita lakukan cuma menghela nafas panjang. Lagi dan lagi dan lagi dan lagi, karena ternyata itu enggak cukup. Kadang cobaan hidup itu suka keterlaluan, ngetes kita sampai ke batas kesabaran –yang kadang menggoda kita untuk jadi fatalis.

Dan seperti biasa, ketika bad luck memang pengen menyambangi, seluruh jagat raya akan berkonspirasi untuk menciptakan nasib buruk yang begitu sempurna. And sometimes nothing you can do but to munch on it, bit by bit, and swallow it.

C’est la vie, Honey!

i’m flying

January 19th, 2007

let our minds meet
let our souls speak
then you’ll know
i’m around,
and i’m ready

i’m winging
i’m flying
i’m departing
i’m coming

to you
to you
to you
to you

you know
i’ll do

the way god loves you

January 12th, 2007

Jaman kuliah dulu, dua orang teman memberikan hadiah dua ekor ikan mas koki yang cantik sebagai hadiah ulang tahunku. "Ya, nama ikan ini Erin dan Andy", demikian kata mereka. "Jaga baik-baik ya," demikian lanjut mereka. Aku senang sekali mendapat ikan yang berlenggak lenggok dengan cantiknya di dalam akuarium mungil di kamar kosku. Kalau lagi iseng, sering aku sambil bengong memandangi mereka dan menaburkan bulir-bulir pink makanan ikan ke dalam akuarium. Hatiku tambah senang melihat mereka menyambar setiap bulir dengan lahapnya. Dalam hati, "Kok kayak gue ya, doyan banget makan."

Dan suatu pagi satu minggu kemudian, kutemukan kedua ikanku sudah terapung tak bernyawa. "Wuaaa…what happens aya’ naon???" Dan sambil merasa tak enak hati akhirnya kusampaikan berita dukacita ini kepada temanku. Sungguh aku nggak tau apa penyebab ikan-ikan itu meninggal dengan sukses. Apalagi melihat nafsu makan mereka yang menurutku menyiratkan kondisi mereka yang sehat walafiat. Dan ternyata, di kemudian hari baru kuketahui bahwa amat sangat terlarang untuk memberikan makanan bertubi-tubi kepada ikan mas koki. Demikian lah akibatnya. Mereka akan mati kekenyangan. Wujud cintaku kepada kedua ikan itu berujung pada kematian mereka. Sungguh tragis!!! (lebay banget gak siiihhh???). Ya, karena ikan tak dapat berpikir.

Dan cara Tuhan menunjukkan rasa cinta pada makhlukNya kadang-kadang agak mirip-mirip juga seperti yang kulakukan terhadap si ikan. Tuhan tak henti-hentinya dengan penuh kasih sayang memberikan segalanya kepada kita. Apa yang kita mohon langsung diberi. Bahkan yang tak dimohon pun dilimpahkanNya pada kita –kita sebut rejeki nomplok. Dan seringkali kita lupa. Lupa bersyukur, lupa berpikir, dan akhirnya kita terjerat di dalam segala anugerah yang kita terima. Mati sengsara di tengah kelimpahan. Seperti kedua ikanku.

Di sisi lain, sering kita merasa bahwa kita selalu berada dalam kemalangan, kesusahan, kesedihan. Bagaikan opera sabun yang tiada henti-hentinya, kata temanku. Sebagian kita bahkan mungkin bertanya-tanya, "Kok Tuhan ‘tega’ banget sama gue ya?".

But let me put it this way. What if that’s the way God loves you? What if that’s the way God calls you? Come to Me, come to Me…I will make you save. Hanya dengan mengingat Aku maka engkau menjadi tenang, kata Tuhan.

You may forget Her, leave Her (boleh dong ya aku pakai kata ganti Tuhan dengan ‘Her’…toh Tuhan bukan manusia yg berjenis kelamin). Dan kadang kita lupa bersyukur, lupa berpikir. Berkah dan ujian (baru saja kusadari) ternyata dua sisi dari keping yang sama. All we have to do is to think.

Coba ingat kisah Nabi dan Rasul. Mereka diberikan ‘penderitaan’ oleh Tuhan. Dan apakah itu karena Tuhan ‘tega’ kepada mereka? Kita semua tahu, Nabi dan Rasul adalah makhluk Tuhan yang tercinta.

We should be happy that we’re experiencing that ’suffering’. Hey c’mooonnnn, you’re the chosen one, just like the Great Prophets! It shows that you’re not taken for granted. Elo nggak dicuekin bow! (kebayang nggak kalo dicuekin sama Tuhan…amit-amiiiittt). So now as God calls you, what are you waiting for? Come to Her. Embrace Her. Don’t expect anything in return. Just see Her and talk to Her. Hopefully you’ll find Her your best friend ever. Hopefully you’ll find Her love is limitless.

[for a best friend of mine...i've said this to you before...semoga elo nggak bosen...]

motivasi

January 9th, 2007

Ketika melakukan sesuatu yang kurang kita senangi kadang-kadang kita memerlukan alasan atau justifikasi atau pun motivasi untuk memboost willingnes kita.

Beberapa temanku yang merasa kelebihan berat badan, membeli baju-baju berukuran kecil yang mereka sebut ‘baju motivasi’. Tujuannya untuk memberi semangat kepada diri sendiri agar dengan penuh kesungguhan dan ketabahan hati diberikan kekuatan untuk melakukan upaya-upaya penurunan berat badan. Satu diantaranya udah give up dan kembali membeli baju-baju berukuran normal.

Satu orang lagi bahkan menambah motivasinya. Logicnya begini: untuk bisa memakai ‘baju-baju motivasi’ tersebut maka dia perlu olahraga. Supaya lebih bersemangat olahraganya (dalam hal ini jogging) perlu beli sepatu jogging yang enak dipakai. Daaaannn, kayaknya enak juga kalo sambil jogging mendengarkan lagu-lagu favorit dari iPod. Teman yang satu ini akhirnya menemukan bahwa mendengarkan iPod itu ternyata lebih enak sambil leyeh-leyeh dibandingkan sambil jogging.

Satu orang lagi, cukup serius upayanya. Olahraga dijalankan. Bahkan selain jogging dan aerobic, dia juga mulai bersepeda. Kalau yang ini motivasinya lain lagi. Sempat give up dengan baju motivasi (dia menghibahkan ‘baju-baju motivasi’ itu ke temen kami yang lain), dia sebenarnya mencari motif untuk bisa membelanjakan uangnya yang berlimpah-limpah itu (deeuuu riya…).

Jaman kuliah dulu, salah satu motivasiku bangun pagi, mandi dalam udara
yang dingin (kadang mandi sambil agak teriak-teriak kedinginan) dan
datang kuliah jam 7 pagi, adalah ‘cuci mata’. Jadwal kuliah pagi selalu
ada di luar kepala…hari A kuliah B di gedung C bareng jurusan D yg
bisa dispotted beberapa ‘boorwater faces’-nya (baca: muka2 yg berguna
untuk cuci mata).

Dan ternyata sampai sekarang, kebiasaan buruk ini enggak berubah. Baru saja aku menemukan motivasi untuk terus datang di pertemuan-pertemuan yang oh so boring, yang sebenarnya tidak aku sukai ;p

antimo

January 5th, 2007

Antimo. Satu kata itu yang terpikir di otakku melihat keadaan negeriku, bangsaku, tumpah darahku (deuuu heroik benerrr…). Negeriku ini sedang mabuk. Mabuk darat, lautan, udara. Itulah sebabnya negeriku ini butuh Antimo. Yang bisa menyembuhkan semua mabuk darat, lautan, udara dengan sekali tenggak.

Di darat orang-orang diterjang tanah longsor, banjir, atau diterjang sesama orang alias di-smack-down. Di laut orang-orang diterjang badai, gelombang, di atas kapal-kapal yang kelebihan muatan dan enggak laik berlayar. Di udara orang-orang diterjang entah apa di kapal-kapal terbang tua renta peot rombeng yang ban-nya divulkanisir sepuluh kali, atau lebih. Mabuk semua…kepayang (sebenarnya apa sih arti kepayang?).

Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum satu mabuk tak terasa. Minum dua serasa berada di dua dunia. Minum tiga terkapar tak ingat apa-apa. Mungkin negeriku perlu minum empat. Atau lima.

Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum berapa supaya kami lekas amnesia, melupakan segala karma yang tak dapat kami cegah datangnya.