buang sial

February 15th, 2007

Walaupun tergolong orang yang rasional, terkadang gue itu juga suka percaya takhyul. Gue percaya, kalau gue liat bayangan wajah gue di cermin itu jelek atau aneh, maka something bad will happen. Dan kayaknya, maknyak bos gue juga somehow ngerasain itu. Jadi kalau maknyak gue udah ngomong, "Tampang lo tuh kayak janda ditinggal suami!" (mohon maaf kepada para janda atau yang punya hubungan dengan janda, no hard feeling okeh)…nah, itu pertanda bahwa gue harus do something, make over atau apa lah gitu. Minimal potong rambut.

Gue juga percaya bahwa ritual potong rambut itu adalah untuk membuang sial. Jadi, walaupun orang bilang rambut gue itu masih pendek, teteup…gue pasti akan segera potong rambut kalau gue habis didera berbagai ketidakberuntungan, atau kalau gue mengalami hari-hari buruk.

Hari ini, gue menjalani ritual buang sial itu. Potong rambut. Dan kali ini, karena gue anggap kesialan yang gue alami itu agak berlebih, maka gue juga musti potong rambutnya agak berlebih. Jadilah sekarang ini gue cepak. Semoga bukan cepak ngehe’! (emang apaan sih cepak ngehe’ itu? bingung juga…). Gue bilang ke bang Ucok the hairdresser: "Cepak Bang!"

Begitulah teman…semoga kesialan-kesialan yang gue alami ini adalah dalam rangka ngabisin stock akhir tahun. Dan semoga di tahun depan ini gue juga bisa kecipratan keberuntungan si babi emas ;p




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind