antimo

January 5th, 2007

Antimo. Satu kata itu yang terpikir di otakku melihat keadaan negeriku, bangsaku, tumpah darahku (deuuu heroik benerrr…). Negeriku ini sedang mabuk. Mabuk darat, lautan, udara. Itulah sebabnya negeriku ini butuh Antimo. Yang bisa menyembuhkan semua mabuk darat, lautan, udara dengan sekali tenggak.

Di darat orang-orang diterjang tanah longsor, banjir, atau diterjang sesama orang alias di-smack-down. Di laut orang-orang diterjang badai, gelombang, di atas kapal-kapal yang kelebihan muatan dan enggak laik berlayar. Di udara orang-orang diterjang entah apa di kapal-kapal terbang tua renta peot rombeng yang ban-nya divulkanisir sepuluh kali, atau lebih. Mabuk semua…kepayang (sebenarnya apa sih arti kepayang?).

Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum satu mabuk tak terasa. Minum dua serasa berada di dua dunia. Minum tiga terkapar tak ingat apa-apa. Mungkin negeriku perlu minum empat. Atau lima.

Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum berapa supaya kami lekas amnesia, melupakan segala karma yang tak dapat kami cegah datangnya.




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind