i’m flying
let our minds meet
let our souls speak
then you’ll know
i’m around,
and i’m ready
…
i’m winging
i’m flying
i’m departing
i’m coming
…
to you
to you
to you
to you
…
you know
i’ll do
the way god loves you
Jaman kuliah dulu, dua orang teman memberikan hadiah dua ekor ikan mas koki yang cantik sebagai hadiah ulang tahunku. "Ya, nama ikan ini Erin dan Andy", demikian kata mereka. "Jaga baik-baik ya," demikian lanjut mereka. Aku senang sekali mendapat ikan yang berlenggak lenggok dengan cantiknya di dalam akuarium mungil di kamar kosku. Kalau lagi iseng, sering aku sambil bengong memandangi mereka dan menaburkan bulir-bulir pink makanan ikan ke dalam akuarium. Hatiku tambah senang melihat mereka menyambar setiap bulir dengan lahapnya. Dalam hati, "Kok kayak gue ya, doyan banget makan."
Dan suatu pagi satu minggu kemudian, kutemukan kedua ikanku sudah terapung tak bernyawa. "Wuaaa…what happens aya’ naon???" Dan sambil merasa tak enak hati akhirnya kusampaikan berita dukacita ini kepada temanku. Sungguh aku nggak tau apa penyebab ikan-ikan itu meninggal dengan sukses. Apalagi melihat nafsu makan mereka yang menurutku menyiratkan kondisi mereka yang sehat walafiat. Dan ternyata, di kemudian hari baru kuketahui bahwa amat sangat terlarang untuk memberikan makanan bertubi-tubi kepada ikan mas koki. Demikian lah akibatnya. Mereka akan mati kekenyangan. Wujud cintaku kepada kedua ikan itu berujung pada kematian mereka. Sungguh tragis!!! (lebay banget gak siiihhh???). Ya, karena ikan tak dapat berpikir.
Dan cara Tuhan menunjukkan rasa cinta pada makhlukNya kadang-kadang agak mirip-mirip juga seperti yang kulakukan terhadap si ikan. Tuhan tak henti-hentinya dengan penuh kasih sayang memberikan segalanya kepada kita. Apa yang kita mohon langsung diberi. Bahkan yang tak dimohon pun dilimpahkanNya pada kita –kita sebut rejeki nomplok. Dan seringkali kita lupa. Lupa bersyukur, lupa berpikir, dan akhirnya kita terjerat di dalam segala anugerah yang kita terima. Mati sengsara di tengah kelimpahan. Seperti kedua ikanku.
Di sisi lain, sering kita merasa bahwa kita selalu berada dalam kemalangan, kesusahan, kesedihan. Bagaikan opera sabun yang tiada henti-hentinya, kata temanku. Sebagian kita bahkan mungkin bertanya-tanya, "Kok Tuhan ‘tega’ banget sama gue ya?".
But let me put it this way. What if that’s the way God loves you? What if that’s the way God calls you? Come to Me, come to Me…I will make you save. Hanya dengan mengingat Aku maka engkau menjadi tenang, kata Tuhan.
You may forget Her, leave Her (boleh dong ya aku pakai kata ganti Tuhan dengan ‘Her’…toh Tuhan bukan manusia yg berjenis kelamin). Dan kadang kita lupa bersyukur, lupa berpikir. Berkah dan ujian (baru saja kusadari) ternyata dua sisi dari keping yang sama. All we have to do is to think.
Coba ingat kisah Nabi dan Rasul. Mereka diberikan ‘penderitaan’ oleh Tuhan. Dan apakah itu karena Tuhan ‘tega’ kepada mereka? Kita semua tahu, Nabi dan Rasul adalah makhluk Tuhan yang tercinta.
We should be happy that we’re experiencing that ’suffering’. Hey c’mooonnnn, you’re the chosen one, just like the Great Prophets! It shows that you’re not taken for granted. Elo nggak dicuekin bow! (kebayang nggak kalo dicuekin sama Tuhan…amit-amiiiittt). So now as God calls you, what are you waiting for? Come to Her. Embrace Her. Don’t expect anything in return. Just see Her and talk to Her. Hopefully you’ll find Her your best friend ever. Hopefully you’ll find Her love is limitless.
[for a best friend of mine...i've said this to you before...semoga elo nggak bosen...]
Uncategorized | Comment (0)motivasi
Ketika melakukan sesuatu yang kurang kita senangi kadang-kadang kita memerlukan alasan atau justifikasi atau pun motivasi untuk memboost willingnes kita.
Beberapa temanku yang merasa kelebihan berat badan, membeli baju-baju berukuran kecil yang mereka sebut ‘baju motivasi’. Tujuannya untuk memberi semangat kepada diri sendiri agar dengan penuh kesungguhan dan ketabahan hati diberikan kekuatan untuk melakukan upaya-upaya penurunan berat badan. Satu diantaranya udah give up dan kembali membeli baju-baju berukuran normal.
Satu orang lagi bahkan menambah motivasinya. Logicnya begini: untuk bisa memakai ‘baju-baju motivasi’ tersebut maka dia perlu olahraga. Supaya lebih bersemangat olahraganya (dalam hal ini jogging) perlu beli sepatu jogging yang enak dipakai. Daaaannn, kayaknya enak juga kalo sambil jogging mendengarkan lagu-lagu favorit dari iPod. Teman yang satu ini akhirnya menemukan bahwa mendengarkan iPod itu ternyata lebih enak sambil leyeh-leyeh dibandingkan sambil jogging.
Satu orang lagi, cukup serius upayanya. Olahraga dijalankan. Bahkan selain jogging dan aerobic, dia juga mulai bersepeda. Kalau yang ini motivasinya lain lagi. Sempat give up dengan baju motivasi (dia menghibahkan ‘baju-baju motivasi’ itu ke temen kami yang lain), dia sebenarnya mencari motif untuk bisa membelanjakan uangnya yang berlimpah-limpah itu (deeuuu riya…).
Jaman kuliah dulu, salah satu motivasiku bangun pagi, mandi dalam udara
yang dingin (kadang mandi sambil agak teriak-teriak kedinginan) dan
datang kuliah jam 7 pagi, adalah ‘cuci mata’. Jadwal kuliah pagi selalu
ada di luar kepala…hari A kuliah B di gedung C bareng jurusan D yg
bisa dispotted beberapa ‘boorwater faces’-nya (baca: muka2 yg berguna
untuk cuci mata).
Dan ternyata sampai sekarang, kebiasaan buruk ini enggak berubah. Baru saja aku menemukan motivasi untuk terus datang di pertemuan-pertemuan yang oh so boring, yang sebenarnya tidak aku sukai ;p
Uncategorized | Comment (0)antimo
Antimo. Satu kata itu yang terpikir di otakku melihat keadaan negeriku, bangsaku, tumpah darahku (deuuu heroik benerrr…). Negeriku ini sedang mabuk. Mabuk darat, lautan, udara. Itulah sebabnya negeriku ini butuh Antimo. Yang bisa menyembuhkan semua mabuk darat, lautan, udara dengan sekali tenggak.
Di darat orang-orang diterjang tanah longsor, banjir, atau diterjang sesama orang alias di-smack-down. Di laut orang-orang diterjang badai, gelombang, di atas kapal-kapal yang kelebihan muatan dan enggak laik berlayar. Di udara orang-orang diterjang entah apa di kapal-kapal terbang tua renta peot rombeng yang ban-nya divulkanisir sepuluh kali, atau lebih. Mabuk semua…kepayang (sebenarnya apa sih arti kepayang?).
Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum satu mabuk tak terasa. Minum dua serasa berada di dua dunia. Minum tiga terkapar tak ingat apa-apa. Mungkin negeriku perlu minum empat. Atau lima.
Antimo oh Antimo…obat anti mabuk. Minum berapa supaya kami lekas amnesia, melupakan segala karma yang tak dapat kami cegah datangnya.
Uncategorized | Comment (0)