zizou juga manusia

July 10th, 2006

Bagi sebagian besar pesepakbola dunia dan para sepakbola mania, Zinedine Zidane bukanlah sekedar pesepakbola biasa. Bahkan banyak yang menganggapnya sebagai ‘manusia setengah dewa’. Calon lawannya pun menganggap Zidane adalah ‘the luck’ itself, sehingga yang harus mereka lakukan untuk menahan Zidane di lapangan hanyalah dengan berharap agar dia tidak berada di kondisi terbaiknya. Dan mungkin, doa para pemain Italia kepada semesta alam dini hari tadi telah dikabulkan.

Sebagai salah satu fans berat Zizou aku bisa merasakan bagaimana sedih hatinya at this very moment. Pertandingan dini hari tadi telah diikrarkan sebagai pertandingan terakhirnya sebagai timnas di kancah internasional. Dan sejarah panjang kariernya yang demikian cemerlang harus ditutup dengan kartu merah ketika tengah berlaga di lapangan. That’s the worst scenario ever. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, kata pepatah. Padahal, dia tinggal sejengkal lagi dengan gelar ‘Pemain Terbaik Piala Dunia 2006’. Isn’t it ironic?

Tandukan Zizou ke dada seorang pemain Italia –yang aku lupa namanya, lagian nggak penting juga…HUH!—sekilas memang pemandangan yang shocking. How come???!!! Tapi menurutku tak ada asap kalau tak ada api. Kalau melihat rekaman ulang proses terjadinya Zizou’s incident itu, menurutku si pemain Italia yang aku lupa namanya itu telah dengan sengaja memprovoke Zizou sedemikian rupa. Mungkin next time di peraturan FIFA harus ada brief assessment untuk menilai suatu tindakan yang insidental seperti itu…sehingga wasit bisa menilai WHY the thing happened dan bukan hanya melihat hasil akhirnya saja. Sehingga bukan hanya yang melakukan kesalahan saja yang dihukum tapi juga sang aktor di belakang layar who ‘motivates’ the conduct. If justice’s not blind.

Memang tak ada satu alasan pun yang bisa membenarkan tindakan Zizou tersebut. Apalagi we’re talking about sport here, the fair play. Tapi anyway, Zinedine Zidane –Zizou—cuma manusia biasa. Bahkan ‘manusia setengah dewa’ do some wrongs. It’s only about time. Dan buatku –dan mungkin juga jutaan fans Zizou all over the world—nila dari kartu merah di pertandingan dini hari tadi tidak cukup merusakkan sebelanga kehebatan dan kebaikan Zizou.

Allez Zizou!! Je t’aime encore. Toujours!!!




3 Responses to “zizou juga manusia”

  1.   Abby on July 9, 2006 9:13 pm

    Namanya Marco Materazzi.
    Dan legacy Zidane akan hidup terus, apakah dia mau nyeruduk 1000 pemain Itali-pun.

    Vive Zidane!

  2.   Apop on July 10, 2006 6:40 pm

    justru itu itulah menariknya sepakbola, nggak ada yang hebat2 banget tak terkalahkan, gak ada yang terus2an beruntung.. gak ada selalu jadi pemain hebat santun tanpa cela.. however zidane is still inspiring, one of a kind. btw Materazzi sebenernya ngomong apa sih, ada yang tau?

  3.   aini on July 11, 2006 7:16 pm

    Materazzi ? who iz he anyway ??? He’z juzt a big of shit !! “one of bloody racism monster creature” in thiz planet of earth !!! Zizou did the right thing, of courze…
    Allez Zizou, Beau Garcon..Je’taime beacoup !!
    ^_^

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind