ninil, yorin, arie, dan aku
Ketiganya adalah kawan-kawan baikku selama bergenjreng ria pada masa kuliah. Kami semua seangkatan, walaupun beda-beda jurusan. Hari Minggu yang lalu kembali aku ikut latihan genjreng, karena kali ini (dan untuk seterusnya mungkin) tempat berlatihnya di daerah Ciputat sana, tak jauh lah dari rumahku. Sebagai pengguna public transport, untuk pergi dari ujung satu ke ujung yang lain dari kota Jakarta ini memang sedikit banyak menjadi problem yang menghalangiku untuk ikut latihan (pasti mereka bilang, alasaaaaannnn aja lo! hehehehe…).
Anyway, aku senang ketemu mereka lagi. Dan anyway lagi, mereka enggak banyak berubah, masih seperti yang dulu hebohnya. Ninil, masih senang make warepack. Yorin masih senang berseru, “Hore, TL 100%” dengan suara tweety-nya. Dan Arie masih jadi penggemar coca-cola.
Selain ketidakberubahan itu, ada juga perkembangan yang dahsyat. Yorin, udah gape banget nge-sax. Ninil juga makin gape memain-mainkan jarinya di tuts kibor. Dan Arie….makin wow. Ini anak memang talented banget (jangan GR lu Rie!). Sekarang dia main bas gitar. Two thumbs up for her. Sempat aku bengong ngelihat dia main. Terbayang di mata usahaku yang lagi berusaha belajar main gitar (ceritanya sedang berusaha merangsang otak kanan supaya lebih berkembang). Kata kakakku, “Kemana aja lo jaman orang2 pada belajar main gitar?”. Atau kata adikku waktu aku sok pamer memainkan lagu Padi (sambil lihat buku dan mengeja kuncinya), “Lagu Padi?? lagu Padi dari Hongkong?!!”
Uncategorized |Leave a Reply