we can’t please everybody
Disadari atau tidak kita memiliki apa yang disebut self-image. Self-image ini sedikit banyak mendrive bagaimana kita berperilaku, mempengaruhi cara kita berpikir dan bahkan mengambil keputusan. Ada orang yang memiliki self-image sebagai Mr. Smart, atau Ms. Polite, atau Mrs. Nice dll dll.
Terkadang kita heran, mengapa suatu hal yang menurut kita sederhana menjadi hal yang dilematis bagi orang lain. Demikian pula sebaliknya. Satu contoh yang sering kita alami adalah to say ‘No’. Coba kita amati dalam percakapan orang Indonesia pada umumnya, sering sekali kita dengar kata-kata seperti ‘Ya, itu ide yang baik, tapi….’ atau seperti ini ‘Sebenarnya saya ingin membantu, tapi …’. Teman-temanku yang orang asing menjuluki orang Indonesia sebagai ‘yes-but-people’ atau kalau istilah anak sekarang ‘angkat-angkat dulu, baru banting’ (jahat ya?).
Kebiasaan lainnya adalah mengucapkan ‘Insya Allah’ yang bukan rahasia lagi konotasinya adalah ketidaksanggupan. Bayangkan, Tuhan dibawa-bawa untuk urusan sepele macam ini. Kalau aku mendengar orang bilang seperti ini, kontan aku akan menjawab ‘Udahlah…bilang aja Insya Gue…gitu…gak usah bawa-bawa Tuhan’ (btw, bagi yang enggak tahu, Insya Allah itu artinya ‘jika Allah mengijinkan/menghendaki’).
Kesulitan untuk mengatakan ‘Tidak’ ini dipengaruhi oleh perasaan sungkan, karena sedikit banyak sudah tertanam di bawah sadar kita (oleh guru-guru, keluarga, sanak saudara, orang-orang tua kita tercinta) bahwa self-image orang Indonesia itu adalah ramah tamah, sopan dll dll yang sayangnya diterjemahkan secara salah kaprah. Seolah-olah, menolak sesuatu itu adalah hal yang tidak sopan. Akhirnya ini berimplikasi pada kurangnya rasa menghargai janji….yang penting bilang ‘iya’ dulu…soal bisa atau enggak itu urusan belakangan. JJTJBMHM (janji-janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi…kata lagu dangdut…). Familiar with this?
Well, we can’t please everybody. Menurutku, tidak selamanya segala hal harus diiyakan, atau setiap permintaan teman harus dituruti (agar teman tidak kecewa, misalnya). Selama ada dasar rasionalnya dan disampaikan secara baik-baik, menurutku it’s ok to say ‘No’…kenapa enggak? Dalam pertemanan, hubungan yang dibangun harusnya adalah hubungan yang equal, setara. Dan kalau teman kita masih memaksakan atau sakit hati atau ngambek bila di’No’kan, maka dia mungkin harus lebih banyak belajar soal kedewasaan –-yang by the way memang tidak selalu berbanding lurus dengan umur.
Uncategorized |2 Responses to “we can’t please everybody”
Leave a Reply
iya sih mba tapi sekarang orang Indonesia rame2 bilang “say NO to drugs” (he..he..ga nyambung ya!)
Pu…
Yup pu… jangan “enteng 2 say” !!
kalu versi gue, Insya Allah itu ya…90% bisa / nyanggup-in geto…
^_^