ketika berbohong menjadi jalan
Menjelang tengah malam ini aku amat sangat pissed off sekali…bete habizzz….enggak habis pikir kenapa hari begini masih saja suka berbohong. Berbohong untuk sesuatu yang recehan banget, ‘nggak meaning’ kata anak sekarang. Entah apa motifnya. Padahal, that same old f#ck#ng ’strategy’ done by the same bl##dy person udah bangkrut, and basically nothing yang bisa disembunyikan. NOTHING. NOL. Apa enggak punya strategi lain?
Sekali kita berbohong maka kita akan seterusnya berbohong. Mengarang. Memanipulasi. Maracau. Atau belagak amnesia. Atau schizophrenia. Atau kanker(??). Whatever. Seperti mengupas bawang…it’s a neverending story. Well, you have to be creative though…making up all that stories, scenarios, plots, apa pun lah namanya. Enggak capek ya?
Dan benar juga kata bapakku bahwa pada dasarnya setiap orang itu memiliki kecenderungan untuk menindas. Tinggal seberapa besar kekuasaannya. It’s a power play. Supir metro mini, misalnya, karena otoritasnya hanya sebatas metro mini yang disetirnya…ya begitu lah…ugal-ugalan. Cuma diperlukan doa yang khusuk dari para penumpang supaya metro mini selamat sampai di tujuan. Makin besar kekuasaan seseorang, makin besar pula peluang mereka untuk menindas.
Dan ketika ‘kuasa’mu begitu kecilnya sehingga yang bisa kau lakukan hanya berbohong dan membuat orang kesal to show you exist (atau apa pun alasan di baliknya), then maybe that’s the only way you must take. Benar?
…don’t sweat negative things…anggap aja fenomena alam, bawaan orok…[kataku]
Uncategorized |Leave a Reply