from pango with love
Memiliki teman baru selalu merupakan pengalaman yang membahagiakan. Apalagi bila kemudian ikatan yang terjalin itu berkembang menjadi rasa sayang –a brotherhood-sisterhood kind of feeling. Intensitas hubungan yang tumbuh dari waktu ke waktu selama 2 minggu terakhir ini telah mentransformasi teman-teman baruku menjadi saudara dan keluarga baruku. Keluarga yang harus kujaga, kuhidupkan semangatnya.
Dua minggu yang lalu, sebagian besar dari mereka tak kukenal. Cobaan Tuhan telah menguji kesabaran, kejernihan pikiran, dan menumbuhkan kebersamaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Apa yang kualami juga menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan surpases everything. Puji syukur aku panjatkan ke haribaan Tuhan karena saudara-saudaraku yang lain –yang juga sebagian besar baru kukenal– tak segan-segan mengulurkan tangan, menyumbangkan bagian dari dirinya untuk saudaraku yang satu ini.
Yah, saudaraku kena demam berdarah di saat dia sedang bekerja menyumbangkan pengetahuannya kepada saudaraku yang lain di Aceh sini. Berbondong-bondong mereka datang ke PMI Banda Aceh untuk menyumbangkan darahnya. Sungguh pengalaman yang nggak pernah kualami sebelumnya.
Roller coaster of life….itu lah mungkin satu frase yang bisa aku ungkapkan untuk menggambarkan pengalaman yang kualami disini. Betapa perubahan yang terjadi sangat cepat….pagi begini…sore sudah lain lagi. Malamnya OK, besok paginya belum tentu.
Dari Simpang Pango aku berdoa semoga kami bisa melewati pelajaran dari Tuhan ini. Mungkin ini salah satu cara Tuhan untuk mengingatkan kami semua. Agar kami lebih bijak, agar kami lebih sabar, agar kami lebih tawakkal.
Uncategorized |Leave a Reply