gibran’s words

March 27th, 2005

Tentang Pandangan Pertama

inilah saat yang membedakan antara kemabukan akan kehidupan dari kesadaran

ia merupakan nyala api pertama yang menerangi relung hati yang paling dalam

ia adalah sihir pertama yang berani memetik dawai perak hati

itulah saat yang membentangkan perjalanan waktu di depan jiwa,

dan menjelaskan perbuatan-perbuatan malam kepada mata, dan karya kesadaran

ia membuka rahasia-rahasia keabadian masa depan

ia merupakan benih yang dilemparkan oleh Ishtar, Dewi Cinta,

dan ditaburkan oleh mata kekasih di ladang cinta,

dibawa oleh rasa kasih sayang, dan dipungut oleh jiwa

tatapan pertama dari mata kekasih bagaikan roh yang bergerak di atas permuakaan air,

yang memberikan kelahiran bagi surga dan bumi,

ketika Tuhan berbicara dan menyatakan, “Jadilah/Biarkanlah ia ada”




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind