gibran’s words
Tentang Pandangan Pertama
inilah saat yang membedakan antara kemabukan akan kehidupan dari kesadaran
ia merupakan nyala api pertama yang menerangi relung hati yang paling dalam
ia adalah sihir pertama yang berani memetik dawai perak hati
itulah saat yang membentangkan perjalanan waktu di depan jiwa,
dan menjelaskan perbuatan-perbuatan malam kepada mata, dan karya kesadaran
ia membuka rahasia-rahasia keabadian masa depan
ia merupakan benih yang dilemparkan oleh Ishtar, Dewi Cinta,
dan ditaburkan oleh mata kekasih di ladang cinta,
dibawa oleh rasa kasih sayang, dan dipungut oleh jiwa
tatapan pertama dari mata kekasih bagaikan roh yang bergerak di atas permuakaan air,
yang memberikan kelahiran bagi surga dan bumi,
ketika Tuhan berbicara dan menyatakan, “Jadilah/Biarkanlah ia ada”
Uncategorized |Leave a Reply