new look
Wow…gue seneng banget nih berkunjung lagi ke spot ini after quite some time. Ternyata friendster pakai template wordpress buat blog-nya. Keren, keren…
Jadi tempted buat nulis lagi disini nih. Hmm, nulis apa ya? Nulis pengalaman Ramadhan gue aja lah.
Niat di awal untuk memperbaiki puasa gue kali ini belum juga terpenuhi. Kayaknya memang niatnya kurang kuat dan kebanyakan kontemplasi based on aliran spiritual instead of religius. Gak pa-pa lah, namanya juga pencarian.
Lucu juga sih hasil kontemplasi gue, jadi menemukan berbagai teori2 sendiri. Salah satunya tentang sholat.
Gue sering bertanya2 sendiri, sebenernya kenapa sih orang pada rajin sholat tapi kelakuan gak pernah berubah? Tetep nyolong, tetep bohong, tetep nipu, tetep selingkuh, tetep korupsi? Ternyata setelah gue pikir2, kebanyakan orang juga nggak ngerti kenapa dia sholat. Sholat dalam perjalanannya kemudian cuma menjadi kebiasaan. Kayak mandi sehari itu 2 kali, makan 3 kali, dan rutinitas harian lainnya. Gak pernah tuh dipertanyakan, kenapa elo mandi: perlu gak sih? Kenapa elo makan: lapar gak sih? Kenapa beli ini beli itu: perlu gak sih?
Sholat sejauh ini cuma jadi kegiatan fisik 5 kali sehari, tanpa banyak yang mempertanyakan kenapa sebenernya dia sholat. Kalo ditanya, pasti jawabannya: kewajiban, biar gak masuk neraka, biar dapet pahala. Jadi semuanya pamrih.
Begitu juga puasa. Kenapa sih puasa? Gue belum menemukan jawabannya dari diri gue sendiri, kecuali bahwa puasa memberi gue manfaat kesehatan karena ngasih waktu break buat sistem di badan gue. Well, kalo gitu jawabannya ya gak usah lah makan minum berlebihan di hari-hari biasa, kan?
Firman Allah: Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.
Ada beberapa hal: puasa diwajibkan hanya untuk orang yang beriman, orang yang percaya. Untuk apa? agar orang-orang beriman itu bertaqwa. Jadi kalo masih nyolong dll, ya…berarti dia belum mencapai tujuan puasa itu. Yah, wallahu a’lam.
Gue sendiri ngerasa, gue masih kacau balau. Beriman sih iya. Tapi bertaqwa? Wah, kayaknya masih jauh. Jadi daripada gue malu sama diri gue sendiri (dan sama Allah tentunya), ya mending gue gak puasa deh.
Pembenaran? Mungkin iya, mungkin enggak. Gak tau lah. Gue jalanin aja yang gue rasain. Gue sedang dalam tahap pencarian, dan lagi mau mempertanyakan semuanya. Toh Allah juga yang memerintahkan supaya kita melakukan segala sesuatu dengan pemahaman, dan bukan cuma asal melakukan. Wallahu a’lam.
Anyway, selamat lebaran buat kita semua. Selamat merayakan Hari Raya. Maafkan lahir batin.
Uncategorized | Comments (1,133)who said that life is not unfair?
As I wrote that sentence down, I realize at this very moment that the above statement must be revisited. Now I’d say — who said that life is unfair?. Life is fair, my dear friends. An eye for an eye. Though we try to deny that nature’s law, that’s what actually applies in life.
They say that justice is blind, but it can see in the dark. And indeed, justice prevails. What goes around comes around.
When you feel like life is unfair, all you need to do is to give yourself a quiet time, sit down, and think: why that ‘unfairness’ happens to you. That’s what I am doing now.
*just miss to write again on this spot*
PINDAH BLOG
MULAI SAAT INI GUE PINDAH BLOG KE: PENGKOLAN.WORDPRESS.COM
SO, BLOG ‘FREEMIND’ INI NGGAK AKAN DIUPDATE LAGI….
TO CONTINUE READING MY POSTINGS, PLEASE GO TO THE ABOVE LINK
biarkan kereta itu lewat, arini
Recognize that sentence? It’s a title of a movie back in the 1980s(??). Still remember it? And below are thoughts from friends that could reflect anybody’s situation:
[Andreas, from his desk at Harvard's Lamont Library]
Why should Arini let the train pass?
What if it is the last train?
What if it is the best train?
Worse, what if not only it is not the last train, but it is also a very very bad train?
How should Arini decide to let it go or to hold on to it?
And
Does Arini need to leave the station if she lets the train pass?
Does she need to go back to the line for the next train?
Or she can just use the current ticket for the next train?
And
Can somebody tell Arini the exact schedule of the next train?
And whether they provide meals and drinks in that train?
And whether it is an express train or a regular one?
Should Arini trust the person who advises her to let the train pass?
What if the person is herself?
What if it comes from her own fear and insecurity?
Can she live with the regrets and consequences?
[VQ, from wherever he wrote this]
One thing’s for sure: If she doesn’t get on any train, it will take her nowhere.
Just get on the train, Arini, Leave all the details to God.
[me, from nowhere --virtually]
Eas, indeed, life is nothing but making choices, isn’t it?
Vick, what a wise remarks
Anyway, arini can always get off the train at the next station if she doesn’t like the ride, right?
Uncategorized | Comment (0)pengkolan.wordpress.com
Beberapa orang pembaca setia dan fans blog gue beberapa kali melontarkan ‘kekecewaan’ karena nggak bisa kasih comment di blog FS gue ini karena mereka nggak ikutan FS (iya ‘kan Bud???)
Soooo, I specially dedicate the above link for them to post all their pending comments ;D
Jadi, starting now, gue punya 2 blog aktif (yg isinya yaa…kurang lebih tidak akan jauh berbeda lah…): this one and this one
Uncategorized | Comment (0)vote for life
What does LIFE mean to you?
We all live our lives. Yet, not many people think what life means to them. Everyday as we wake up in the morning, we rarely think what the next 24-hours will be filled with. What it will look like. Who we will meet. What will happen. Etc. Etc. And when we don’t give a damn to it, days will pass just like that. Like a blink of the eyes. Without something meaningful experienced by us. Without nothing.
Does LIFE mean something to you?
When you are able to answer that question, you might start to think how to make the best of it. How to live it at the fullest. How to make the rest of it meaningful. For you. Or even you might start to think how to make it meaningful for anybody else. For every living creatures on earth. Maybe.
So share with us what LIFE means to you.
Uncategorized | Comment (0)virtual sunshine of the crowded mind
Ini bukan sequel film Eternal Sunshine of the Spotless Mind, walaupun judul di atas memang terinspirasi dari judul film yang bagus banget itu. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu didera berbagai permasalahan yang seringkali membuat otak kita penuh dan butek; mulai masalah dalam keluarga, masalah di tempat kerja, masalah pergaulan dan kehidupan social, dll dll. Kalau otak diibaratkan hard disk, dapatlah dibayangkan berapa kapasitas otak yang telah menampung memory dari kehidupan kita sejak dilahirkan sampai saat ini. Untungnya Tuhan menciptakan otak kita sedemikian rupa sehingga otak kita expandable tanpa harus mencabut-dan-memasang seperti layaknya hard disk computer.
Walaupun otak kita expandable, tapi seringkali karena input yang diterimanya terlalu intensed menyebabkan otak kita hang –-bisa akibat ‘processing memory’-nya yang memang lemot dari sononya (masih XT gitu hehe..), atau rate ekspansi ‘data memory’-nya yang tidak sebanding dengan rate ‘data inputting’-nya (tau deh nih bener apa enggak penganalogiannya hehhehe….).
Sayangnya, seperti halnya hard disk komputer, memori otak kita pun bisa dihapus. Makanya orang bisa mengalami amnesia. Nah, itu yang terjadi dalam film Eternal Sunshine of the Spotless Mind –-memori-memori indah tapi terlalu menyakitkan untuk diingat yang berusaha dihapus oleh si empunya, ceritanya.
Dalam Virtual Sunshine of the Crowded Mind, gue ingin berdongeng bahwa kadang otak yang sumpek itu memerlukan mekanisme pelepasan tertentu. Hal ini bisa jadi merupakan satu defense-mechanism, keep-the-mind-in-sane-condition mechanism, safety-net mechanism, ‘steam-releasing’ mechanism, sampai mungkin ke arah fenomena yang agak lebih serius macam gejala awal compulsive-obsessive disorder *dzigghh!!!*
In any way, pada intinya, setiap orang memerlukan sunshine-nya masing-masing. Hal-hal yang bisa membuat kita tersenyum di tengah berbagai kesulitan. Hal-hal yang memberi kita semangat dalam menghadapi hari. Hal-hal yang memberi variasi di tengah rutinitas kehidupan. Atau bahkan tempat kita sejenak melarikan diri dari kehidupan nyata dan berandai-andai menjadi orang lain, misalnya ;p (kalau fenomena ini gue sebut ‘virtual sunshine of the twisted mind’..huehehhe..)
Dan terkadang, a simple ‘Hi’ atau sebentuk ‘smiley’ yang mampir di email-box kita sudah lebih dari cukup untuk menjadi sunshine kita di hari tersebut.
What virtual sunshine do you have today?
Uncategorized | Comments (2)ecstatic
Udah lama gue nggak ngerasain yang namanya in the state of ecstasy….well, almost lah. Bisa gue dengar dengan jelas kata hati gue mengatakan, "Selamat! Elo baru aja terserang virus bahagia!". Begitu ecstatic-nya gue, sampai-sampai gue nggak ngerasa ngantuk walaupun jam udah menunjukkan lewat tengah malam. Biasanya kalo lagi ngumpul begini, gue duluan yang ngajak pulang, tapi kali ini gue yang mengiyakan ajakan teman gue untuk pulang.
Jangan salah lho, gue bukannya ngobat atau terbawa suasana hingar bingar a la clubbers. Gue sama teman-teman gue cuman duduk ngupi-ngupi. Kegiatan yang awalnya dimaksudkan untuk mendengarkan curhatan seorang teman yang ngerasa dikhianati dan ditikam dari belakang oleh rekan-rekan kerjanya, kemudian malah jadi acara brainstorming gila-gilaan. Dan kejadiannya begitu cepat dan intense yang berujung pada lahirnya ide liar bertemakan ‘a sweet and positive revenge’. Hmmm, how could that be? Tunggu aja tanggal mainnya.
Dan seperti halnya proses brainstorming yang sukses, setiap timpalan atau celetukan kemudian memperkuat ide-ide awal yang sudah mengerucut dan membesar seperti bola salju, dan menjadi a common dream –mimpi bersama. Dan gue bisa ngerasain kalau gue dan teman-teman gue malam itu dikelilingi oleh energi positif yang luar biasa.
Dan kesenangan gue menjadi double-double, karena selain berhasil menghilangkan kekesalan yang gue alami sore itu (it’s like you were asked to come to someone’s place, and when you got there and knocking the door, that bloody someone opened the door and slammed it right to your face…sucks, huh?), gue juga berhasil mengganti wajah bersungut-sungut teman gue menjadi wajah yang sumringah.
And that’s enough for the day. What more you can expect?
Uncategorized | Comments (2)new god
assalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh
perkenalkan,
ini tuhanku,
namanya: t e k n o l o g i
wassalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh
earth to human
earth to human:
so you still think
you’re powerful?
invincible?
hold the authority
of the universe?
think it over again
earth to human:
so you think
i’d keep silent
with all the rapes,
encroachments,
you did all these decades?
think it over again
earth to human:
so you think i didn’t count
the costs,
the debts,
the mess,
you left behind?
think it over again
earth to human:
it’s the payback time
for me, to you
and i’m paying you back
with intrests
so much more
you would never imagine
and,
i play deaf
i play blind
i play dumb
hear none of your cry
see none of your misery
know none of your suffering
earth to human:
will you finally think?